Iya saya tahu…saya tahu kalau saya melakukan ini, ia pasti tidak terima dan ia akan marah besar. Saya ambil resikonya. Kenapa? Karena saya tahu apa yang saya lakukan itu tidak melanggar aturan atau hukum yang berlaku, dan saya sebenarnya berhak untuk melakukan itu. Tapi sekarang ia marah, dan jeleknya saya adalah terpancing oleh respon yang ia lakukan .. selalu seperti itu. Mungkin yang jadi masalah bukan essensi dari maksud yang ingin saya utarakan, tapi lebih ke cara bagaimana menyatakannya. Akhirnya bisa ditebak “suasana pertempuran” tidak bisa dihindari.
Masalahnya sih mungkin sepele, tapi karena terjadi pada waktu, kondisi mental dan fisik serta mood yang salah, seolah-olah ini merupakan masalah yang sangat besar sekali. Sakit hati? Merasa tidak dihargai? Perasaan itu mungkin ada, normal kan jika saya merasa seperti itu, toh saya juga manusia. Tapi hal itu tidak mengurangi pandangan saya terhadapnya. Perasaan tadi hanya reaksi dari apa yang telah ia lakukan terhadap saya.
Yang ingin saya ambil dari kejadian ini adalah kenyataan bahwa saya ternyata tidak “sehebat” yang saya pikir selama ini, masih banyak hal yang harus saya pelajari. Lebih peka, lebih sabar, lebih awas, dan lebih-lebih yang lainnya, hmm…cukup banyak PR yang harus diperbaiki.
Rgds,
phnk

3 comments
Comments feed for this article
Maret 9, 2007 pada 7:32 am
tioooooo
yah jadi dewasa itu susah heng … jadi tua itu mah biasa

edun maneh dewasa euy … lain gede wadah sangu atau gede waduk ka sasaha …
salute ..
kata sayah mah dewasa itu salah satunya adalah mau menerima kekurangan dan kesalahan dan mau memperbaikinya
eh eta mah tanggung jawab nya :p ah teuing sudahhhh lah
*teu nyambung meureun jeung tulisan maneh*
Maret 9, 2007 pada 10:33 am
phnk
dewasa mah mun geus dapet “tamu bulanan” atawa geus bisa “nangtung”
hehehe…
seseorang pernah berkata yo, bahwa kedewasaan itu tidak diukur dari umur dan kepintaran seseorang, tapi dari tindakan yang dia lakukan terhadap situasi yang dia hadapi.
-eva arnaz …ngarang we ngaranna mah saha -
Maret 13, 2007 pada 7:10 am
tioooooo
ah tetep weh … maneh dewasa … kan rek jadi ayah